INTEGRATED SYSTEM Balai KSDA Bengkulu

Balai KSDA Bengkulu Membentuk dan Melatih Kader Konservasi Provinsi Lampung

Bandar Lampung, 19 September 2023. Balai KSDA Bengkulu melalui Seksi Konservasi Wilayah III Lampung melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Kader Konservasi Tingkat Pemula Provinsi Lampung pada hari Senin, (18/09/2023). Bertempat di Ruang Rapat SKW III Lampung dengan jumlah peserta 20 orang terdiri atas unsur Kelompok Tani Hutan (KTH) lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, unsur Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas di Provinsi Lampung, dan unsur Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung.

Acara diawali dengan sambutan Kepala SKW III Lampung, Joko Susilo, A.Md., dalam sambutannya Kepala Seksi berharap bahwa melalui kegiatan pembentukan dan pelatihan kader konservasi dapat memunculkan generasi yang aktif dalam konservasi alam di lingkungan sekitarnya, dan setiap kader dapat secara mandiri melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dibidang konservasi. Tak lama berselang, dilanjutkan sambutan dan sekaligus secara resmi acara dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Bidang II Perlindungan dan Konservasi Hutan, Zulhaidir, S.P., M.M. berpesan ketika ingin sebuah perubahan, maka  harus melakukan perubahan itu sendiri, untuk merubah sesuatu maka perlu sinergitas sektoral antara pemerintah, akademisi, masyarakat serta swasta, desa wisata dan wanawisata.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu yang berjudul Profil SKW III Lampung, dalam paparannya kepala seksi menyampaikan tugas dan fungsi pelaksanaan kegiatan, yaitu fungsi perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Kepala Seksi juga menyampaikan bahwa organisasi SKW III Lampung terdiri dari Unit Kesatuan Pengelolaan Kawasan Konservasi (KPHK) Krakatau yang terdiri dari Resort KSDA Krakatau, Resort KSDA Bukit Barisan Selatan dan Resort KSDA Tulang Bawang. Selain itu dalam rangka pengawasan dan penertiban peredaran tumbuhan dan satwa liar terdapat juga Pos KSDA,  yaitu Pos KSDA Bandara Radin Inten II dan Pos KSDA Pelabuhan Bakauheni,  Selain itu BKSDA melakukan pembinaan Lembaga Konservasi dan penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL).

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ari Rakatama, S.P., M.I.L., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Kelompok Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) SKW III Lampung yaitu mengenai Dasar-dasar Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Bina Cinta Alam dan Peran Kader Konservasi. Pemateri menjelaskan fungsi-fungsi unsur hayati dan nonhayati dan suatu ekosistem. definisi, status, dan fungsi hutan, nilai dan kepantasan melakukan pengelolaan dan konservasi kehati, serta konservasi satwa liar yang dilakukan secara in situ dan ek situ.

Materi yang tak kalah menarik selanjutnya dipaparkan oleh M. Husin S.T.P., selaku Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai KSDA Bengkulu, yaitu perlindungan dan pengamanan hutan. Beberapa poin penting yang disampaikan yaitu untuk meminimalisir kejahatan tumbuhan dan satwa liar, KLHK mengambil langkah-langkah strategis penguatan tata kelola dan penegakan hukum di hulu/habitat (perlindungan habitat, perburuan satwa ilegal dan pemungutan satwa liar) sinergitas manajemen authority dan enforcement authority di tingkat hilir (Perdagangan Satwa dan Bagiannya, Pemanfaatan Satwa, Pelanggaran) baik legal maupun illegal.

Peserta pelatihan kader konservasi berkesempatan melakukan kunjungan ke Pusat Penyelamatan Satwa SKW III Lampung yang dipandu oleh PEH Mahromi Diah, S.P., dalam kesempatan ini peserta mendapatkan melihat langsung jenis-satwa yang sedang direhabilitasi, pembekalan dan pengetahuan tentang proses dan/atau tahapan rehabilitasi satwa sebelum satwa siap untuk dikembalikan ke habitatnya. Lebih rinci lagi Mahromi Diah menjelaskan bahwa satwa yang sedang dalam proses rehabilitasi ini merupakan satwa hasil sitaan, penyerahan masyarakat dan hasil evakuasi konflik dengan manusia.

Diakhir acara,  Forum Komunikasi Kader Konservasi  Indonesia (FK3I) Propinsi Lampung di pandu oleh Icvan Sofyan, S.Hut ( Koordinator FK3I Lampung), Rona Fitri Kartiniyadi, S.Pd. (Terbaik I Wana Lestari Katagori Kader Konservasi Alam Tingkat Nasional Tahun 2021), Iqbal Amiruddin Ihsanu, S.Hut (Terbaik 2  Wana Lestari Katagori Kader Konservasi Alam Tingkat Nasional Tahun 2019),  hal yang di sampaikan sebaiknya kader konservasi memberi contoh langsung kepada lingkungan sekitar mengenai nilai-nilai konservasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pioner konservasi untuk lingkungan sekitar. Dengan adanya kader konservasi ada ruang untuk mengapresiasikan diri dibidang kehutanan, dan ada penghargaan terhadap kader-kader yang berprestasi. Keikutsertaan dalam lomba wana lestari hanya sebagai bonus. Aksi nyata yang dapat dilakukan pasca pelatihan dan pembentukan kader konservasi ini adalah mendokumentasikan apapun kegiatan yang terkait tentang konservasi alam disertai cerita singkat, tidak menutup kemungkinan tiga (3) tahun kedepan dapat diikutsertakan mengikuti lomba wana lestari dengan harapan bisa jadi yang terbaik.

 

Penulis: Irhamuddin (PEH SKW III BKSDA Bengkulu)

Diposting oleh: Admin SITROOM, 26 Sep 2023

DUKUNGAN PIHAK SWASTA KEPADA BKSDA BENGKULU DALAM PELESTARIAN SATWA GAJAH

Kamis, 24 Agustus 2023 dukungan pihak swasta untuk pelestarian Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Taman Wisata Alam Seblat (TWA) Seblat diperoleh oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu (BKSDA) Bengkulu. Pelestarian gajah dalam bentuk tambahan suplai makanan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat didapatkan dari PT Alno Group sebanyak satu dump truk pelepah kelapa sawit.

Pemberian pakan dilakukan secara ceremoni di PLG Seblat yang dihadiri oleh perwakilan BKSDA Bengkulu yang terdiri dari KPHK Seblat, Resort KSDA Seblat, Polisi Kehutanan, Mahout/Pawang Gajah, serta PT Alno group yang terdiri dari Humas, General Manager, Regional Manager, Estate Manager Air Ikan, Estate Manager Sumindio dan staf PT Alno Group.

Dalam sambutan pengantar, Irwan selaku Humas PT Alno mewakili General Manager mengatakan bahwa PT Alno berkomitmen dalam upaya melestarikan satwa dilindungi, seperti Gajah sumatera yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara. “Komitmen tersebut merupakan kontribusi kami selaku pihak swasta yang akan rutin memberikan pakan gajah setiap bulan dengan mengirimkan pelepah kelapa sawit sebanyak 1-2 damtruk dan akan kami langsung ke PLG Seblat” imbuhnya.

Kepala Resort Seblat, Mustadin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih mewakili Kepala Balai KSDA Bengkulu atas bantuan pelepah kelapa sawit untuk makanan tambahan gajah di PLG Seblat serta mendukung kegiatan positif dalam rangka melestarikan Gajah sumatera yang merupakan satwa dilindungi.

“Di PLG Seblat terdapat 10 gajah jinak yang harus dirawat dan dijaga oleh BKSDA Bengkulu dengan dana operasional dari APBN. Namun tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama serta dukungan dari berbagai pihak dalam upaya pelestarian satwa di lindungi di PLG Seblat”, ungkapnya.

Selain untuk melestarikan, PLG Seblat juga menjadi pusat edukasi untuk masyarakat dan juga pelajar sekaligus dapat menjadi tempat penelitian yang mendukung kelestarian gajah.

Relevansi dengan CONSERVE Lanskap Seblat

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2022 mencatat luas lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2022 mencapai 90.504 hektar dengan total produksi 490.706,4 ton. Di wilayah sekitar PLG Seblat terdapat perkebunan sawit baik yang dikelola oleh swasta maupun masyarakat.

Dengan adanya potensi perkebunan kelapa sawit tersebut sangat dimungkinkan menjadi potensi suplai makanan pelepah kelapa sawit untuk gajah jinak di PLG. Komitmen pemberian pakan gajah tersebut dapat dilakukan oleh mitra/masyarakat sekitar dengan memilih pelepah yang layak untuk dimakan gajah diareal perkebunannya.

Hal tersebut sejalan dengan program Catalyzing Optimum Management of Natural Heritage for Sustainability of Ecosystem, Resources and Viability of Endangered Wildlife Species-CONSERVE yang dijalankan oleh BKSDA Bengkulu. Pada tahun 2023, BKSDA Bengkulu menjalankan program CONSERVE di lanskap Seblat dengan tujuan memperkuat pengelolaan lanskap multiguna untuk meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati, menghasilkan praktik penggunaan lahan dan mata pencaharian yang berkelanjutan, dan menangani perdagangan satwa liar illegal. Salah satu indikator keberhasilannya yaitu adanya komitmen dan pembiayaan sektor swasta untuk restorasi dan perlindungan hutan rencana Other Effective area-based Conservation Measures-OECM.

Proyek Conserve juga berusaha untuk mendukung tindakan konservasi berbasis kawasan lainnya (OECMs)/ Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT) di daerah yang belum dikategorikan sebagai kawasan lindung (PA), untuk mempromosikan praktik penggunaan lahan yang berkelanjutan, menghasilkan mata pencaharian yang berkelanjutan dan menangani perdagangan satwa liar illegal. Termasuk kontribusi pihak swasta di Lanskap Seblat Provinsi Bengkulu.

Kepala BKSDA Bengkulu, Hifzon Zawahiri selaku Regional Project Director (RPD) Conserve Lanskap Seblat dalam kesempatan lain mengatakan bahwa sektor swasta dapat berperan dalam pembangunan konservasi melalui berbagai skema, seperti pembiayaan kehati maupun aktivitas-aktivitas dilapangan untuk mendukung upaya konservasi di areal strategis terutama dalam perlindungan satwa-satwa yang dilindungi.

“Skema pembiayaan dalam mendukung program konservasi sangat dibutuhkan sebagai bagian dari keterlibatan swasta di lanskap bentang alam Seblat di wilayah provinsi Bengkulu. Dengan adanya program Conserve ini setidaknya dapat mencatat berbagai peran dan sumbangsih stakeholder dalam mendukung konservasi di Lanskap Seblat” imbuhnya.

Program konservasi Conserve berbasis lanskap dari Global Environment Fund (GEF) tersebut akan memastikan bahwa kawasan lindung yang ada dan hutan bernilai konservasi tinggi di sekitarnya dikelola untuk mendukung populasi spesies yang terancam punah. Selain itu juga akan mendukung upaya pelestarian satwa kunci dan dilindungi melalui pembangunan koridor gerak satwa satwa liar untuk mendorong penyerbukan dan reproduksi, serta proses lain yang medukung pemulihan dan meningkatkan ketahanan alami termasuk perubahan iklim. (*)

 

Penulis: Faridh Almuhayat-RTO Conserve Lanskap Seblat

Diposting oleh: Admin SITROOM, 11 Sep 2023

BKSDA BENGKULU TINGKATKAN KUALITAS DATA PATROLI MELALUI BIMTEK PENGGUNAAN SMART

Bengkulu 4 Agustus 2023-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melalui dukungan pendaan Global Environment Facility (GEF) dalam proyek Catalyzing Optinum Management of Natural Heritage for Sustainability of Ecosystem, Resources and Viability of Endangered wildlife Species (CONSERVE), bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) penggunaan Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART).

Kegiatan bimtek dilaksanakan selama empat hari di hotel Cordela Inn Kota Bengkulu tersebut diikuti 38 peserta. Bimtek yang dilakukan dari tanggal 1 Agustus sampai 4 Agustus 2023 tidak hanya diikuti oleh pegawai BKSDA Bengkulu, namun diikuti juga dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bengkulu Utara, KPHP Mukomuko, PT. Sipef Biodiversity Indonesia, Yayasan Genesis Bengkulu, dan Lingkar Insiatif Indonesia.

Pada acara pembukaan hadir secara online Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi (PKK) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik (KKHSG) Ditjen KSDAE merangkap National Project Director (NPD) Conserve, National Project Manager Conserve Wahdi Azmi, dan Kepala BKSDA Bengkulu yang juga merangkap Regional Project Director (RPD) Lanskap Seblat Hifzon Zawahiri yang di dampingi jajaran serta personil Project Implementation Unit Conserve.

Kepala BKSDA Bengkulu-RPD Lanskap Seblat, Hifzon Zawahiri menyampaikan, SMART Patrol merupakan salah satu kebutuhan dalam upaya memperkuat Resort Base Management (RBM) untuk mengelola Kawasan konservasi. Ia juga mengharapkan agar hasil bimtek SMART Patrol ini dapat diimplementasikan di setiap resort dan hasilnya dapat dilaporkan secara berkala sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Dalam acara pembukaan bimtek, Direktur KKHSG-NPD Conserve Indra Exploitasia mengucapkan terimakasih atas sistem perekaman data lapangan melalui SMART yang telah berlangsung lama dan sangat berguna bagi pengelolaan kawasan konservasi yang dikela Direktorat PKK Ditjen KSDAE.

“Saya mengusulkan adanya pengembangan tambahan menu terkait inventarisasi keanekaragaman hayati tinggi serta menu interaksi negative antara satwa dan manusia untuk mempermudah penanganan. Selain itu harapan saya di SMART dapat juga ditambahkan menu Sistem SehatSatli (sistem informasi kesehatan satwa liar di Indonesia) yang dikelola oleh KLHK agar lebih banyak informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan” imbuhnya.

Sebagai pengampu program penggunaan aplikasi SMART KLHK, Direktur PKK Jefry Susyafrianto memberikan arahan khusus dalam bimtek yang dilaksanakan oleh BKSDA Bengkulu. Ia mengucapkan apresiasi kepada BKSDA Bengkulu yang pada akhirnya akan mengaplikasikan SMART dalam kegiatan pengelolaan kawasan konservasi di wilayah kerjanya dengan dukungan dari Conserve dan juga WCS yang terus mengawal praktik-praktik penggunaan SMART.

“Saat ini kita sangat memerlukan data dan informasi yang akurat serta cepat dalam mengambil keputusan. KSDAE memiliki willayah konservasi yang banyak dan terpisah-pisah. Tentunya perlu kecepatan dalam menangani permasalahan di lapangan terutama dalam mengawasi peredaran berbagai satwa. Maka perlu melibatkan lintas instansi seperti KPH yang juga bersinggungan dengan wilayah konservasi bahkan private sector” ujarnya dalam pembukaan bimtek.

Saat ini kita juga sedang mendukung program FOLU Net Sink melalui tranformasi tata kelola kawasan konservasi dengan penerapan teknologi secara digital, kolaboratif, adaptif, dan inklusif.  Maka SMART menjadi penting dalam pengelolaan ditingkat tapak. Imbuhnya diakhir sesi dalam memberikan arahan dan membuka acara secara resmi.

Mencermati tugas dan fungsi BKSDA Bengkulu yang semakin berat, terutama dalam pelestarian sumber daya alam hayati di wilayah provinsi Bengkulu dan provinsi Lampung maka diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sumber daya manusia yang dilatih dalam bimtek SMART diharapkan menjadi campion di masing-masing resort untuk mendukung serangkaian proses dalam sistem SMART.

SMART merupakan alat untuk mencatat dan melaporkan kegiatan patroli secara spasial sehingga memberikan data yang akurat dan bisa dipertanggung jawabkan. Aplikasi SMART dapat dipergunakan untuk membuat rencana pengelolaan yang lebih baik, mengevaluasi dan mengimplementasikan aksi konservasi serta meningkatkan akuntabilitas.

Aplikasi yang dikembangkan oleh KLHK bersama WCS tersebut terus mengalami penambahan-penambahan menu karena adanya kebutuhan-kebutuhan informasi yang harus dilaporkan ditingkat tapak. Mengingat keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia sangat tinggi, kebijakan pemerintah seperti dalam Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 terdapat 904 jenis satwa dan tumbuhan yang dilindungi terus dikakukan elaborasi dari berbagai data yang diperoleh dari lapangan maupun dari lembaga resmi seperti The International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Mengutip dari laman https://nationalgeographic.grid.id, IUCN pada tahun 2021 melaporkan adanya beberapa satwa di Indonesia masuk dalam status “terancam punah” setelah sebelumnya berstatus “rentan”. Beberapa satwa dimaksud di antaranya adalah komodo, badak sumatra, orangutan tapanuli, orangutan sumatra, badak jawa, dan rusa bawean.

Perlunya pemantauan, pelaporan, dan perlindungan secara terintegrasi melalui penggunaan SMART menjadi suatu kebutuhan agar hutan Indonesia dapat terjaga kelestariannya.(*)

 

 

Penulis: Faridh Almuhayat-RTO Conserve Lanskap Seblat

Diposting oleh: Admin SITROOM, 08 Aug 2023

BKSDA Bengkulu Sambut Kepulangan 5 Ekor Siamang

Melalui Seksi Konservasi Wilayah III Lampung, Balai KSDA Bengkulu kembali menyambut kedatangan satwa liar translokasi dari Jawa Barat. Kali ini ada 5 (lima) individu jenis Siamang (Symphalangus syndactylus) yang tiba di Sumatran Wildlife Center - Jaringan Satwa Indonesia (SWC-JSI) Kalianda, Lampung Selatan, pada Jum’at 10 Maret 2023, berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa - Yayasan Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Balai Besar KSDA Jabar, bahwa kelima individu Siamang tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat kepada petugas dan sempat dititip rawatkan sementara di PPS Yayasan ASTI yang dikelola oleh Balai Besar KSDA Jabar.

Sebelum translokasi, petugas medis Yayasan ASTI telah melakukan pemeriksaan baik perilaku maupun kesehatan. Penilaian ini dilakukan secara intensif dengan melakukan pengamatan terhadap perilaku minum, perilaku makan, kualitas urinasi, defekasi, kondisi fisik dan perilaku alaminya

Dari hasil pemeriksaan dan pengamatan, satwa-satwa tersebut telah menujukkan dengan baik perilaku alaminya. Sedangkan dari segi kesehatan,  kelima satwa dinyatakan sehat serta tidak menunjukkan gejala klinis penyakit menular atau penyakit infeksius. Sehingga kesimpulannya, layak untuk direlokasi guna dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Siamang merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/ 12/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi

Perlu juga diinformasikan, bahwa proses translokasi Siamang berdasarkan pada surat rekomendasi Direktur Konservasi Keanekargaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Nomor: S.159/KKHSG/PSG2/KSA.2/3/2023 dan telah mengacu kepada Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor: SE.4/KSDAE/KKH/KSA/4/2020 tanggal 9 April 2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan Covid-19 Pada Manusia dan Satwa Liar, serta telah memperhatikan kesehatan manusia maupun kesejahteraan satwa dalam rangka One Health serta Animal Walfare. (Irhfr6)

Doc: Datin SKW III Lampung

Diposting oleh: Admin SITROOM, 21 Mar 2023

Copyright © 2017 - 2025 Balai KSDA Bengkulu. All rights reserved.